"Terima kasih yang sudah transfer uang dan kasih saya logistik. Obat, susu, pampers, kirim kain 15 buah nanti setelah maghrib saya lanjutkan pendistribusiannya. Sumbangan bapak ibu yg sudah saya distribusikan tadi saya titipkan ke sekertaris camat angsana untuk dibawa ke dapur umum menggunakan mobil yaitu nasi cfc 80 bungkus, nasi bungkus 20, minyak goreng 60 liter, 20 kaleng susu kental manis, beras 50 kg, telor 1 peti, gula 50 kg, kain 40 buah, alat shalat dan baju 1 karung besar" (Asep Sahrudin, 26/12/2018).
Ucapan tersebut datang dari salah satu mahasiswa S3 Pendidikan Matematika, Pascasarajana Unesa yang juga merupakan korban dari tsunami di Selat Sunda. Pak Asep dan keluarga merupakan warga selamat dari sapuan tsunami dan sekarang menjadi relawan membantu para korban dan pengungsi lainnya. Peduli dengan kejadian tersebut, maka pada 24 Desember 2018, mahasiswa S3 Pendidikan Matematika, Unesa menggalang dana dan bantuan logistik serta obat-obatan untuk diberikan kepada para pengungsi.
Menurut beliau masih banyak pengungsi yang tersebar di beberapa titik pengungsian di Kecamatan Angsana sebagai berikut.
1. Masjid Kalapadua desa Angsana
2. Di Kp kalapadua di pelataran rumah warga pinggir jalan
3. mushola depan SLTP 1 Angsana,
4. Kantor Kecamatan Angsana
5. Pasar Angsana (dipelataran rumah,
6. Gedung PGRI Angsana,
7. Kantor Kecamatan Angsana
8 Puskesmas Angsana
9. Mts 4 Angsana Kampung Cikayas.
Para pengungsi membutuhkan air minum, obat-obatan, minya kayu putih. popok bayi, susu bayi dan botol dot.
"Saya tadi bawa pakaian dagangan saya yg belum terjual sudah dibawa ke gedung PGRI, tapi ternyata banyak yg butuh obat obatan, autan, botol air minum, popok bayi dan susu, botol dot saya ada 10 tidak digunakan. Bagi yang mau bantu boleh berkontribusi untuk membeli obat obatan untuk para pengungsi" (Asep Sahrudin, 26/12/2018).
Bagi Bapak/Ibu yang mau berkontribusi memberikan bantuan dapat menghubungi Pak Asep atau langsung mentransferkan bantuan dana ke rekening BNI a/n Asep Sahrudin 0513914547, Telp. 081297161737.