UJIAN TERTUTUP DISERTASI ELLY ANJARSARI: KETERAMPILAN PEMECAHAN MASALAH KOLABORATIF (COLLABORATIVE PROBLEM SOLVING/CPS) SISWA DALAM PEMBELAJARAN MATEMATIKA
Surabaya, 3 Juli 2026 – Program Studi S3 Pendidikan Matematika, Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA), Universitas Negeri Surabaya (UNESA) kembali meluluskan doktor baru melalui pelaksanaan Ujian Disertasi Tertutup yang diselenggarakan pada Jumat, 3 Juli 2026 di Gedung Pascasarjana FMIPA UNESA Ketintang.

Pada ujian tersebut, Elly Anjarsari, S.Si., M.Pd. berhasil mempertahankan disertasinya di hadapan tim penguji dan dinyatakan lulus sebagai Doktor Pendidikan Matematika. Sidang dipimpin oleh Prof. Dr. Fida Rachmadiarti, M.Kes. selaku Ketua, dengan Prof. Dr. Tatag Yuli Eko Siswono, M.Pd. sebagai Sekretaris. Tim promotor terdiri atas Prof. Dr. Dwi Juniarti, M.Si. sebagai Promotor dan Prof. Dr. Masriyah, M.Pd. sebagai Co-Promotor. Penguji lainnya adalah Prof. Dr. Ratu Ilma Indra Putri, M.Si. (Penguji Eksternal), Prof. Dr. Abadi, M.Sc., dan Dr. Agung Lukito, M.S.
Disertasi yang dipresentasikan mengangkat tema keterampilan pemecahan masalah kolaboratif (Collaborative Problem Solving/CPS) siswa dalam pembelajaran matematika berdasarkan tipe kepribadian introver dan ekstrover pada kelompok homogen dan heterogen. Penelitian ini bertujuan mendeskripsikan secara mendalam karakteristik keterampilan pemecahan masalah kolaboratif siswa pada setiap tipe kepribadian sehingga diperoleh gambaran yang komprehensif mengenai dinamika interaksi kognitif dan sosial dalam pembelajaran matematika.
Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan pengumpulan data melalui angket tipe kepribadian Jung, Tes Kemampuan Matematika (TKM), Tugas Pemecahan Masalah (TPM), observasi, serta wawancara berbasis tugas. Analisis data dilakukan melalui tahapan kondensasi data, penyajian data, penarikan kesimpulan, dan verifikasi, dengan triangulasi waktu untuk menjamin kredibilitas hasil penelitian.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa keterampilan pemecahan masalah kolaboratif siswa dapat dideskripsikan melalui empat tahapan pemecahan masalah Polya, yaitu memahami masalah, menyusun rencana, menyelesaikan masalah, dan mengevaluasi hasil. Siswa introver pada kelompok homogen memperlihatkan karakteristik kerja yang sistematis, teliti, serta mengandalkan pencatatan sebagai media komunikasi. Sementara itu, pada kelompok heterogen, siswa introver lebih banyak berperan sebagai pendengar aktif, mencatat informasi penting, memeriksa hubungan antar data, serta memberikan tanggapan setelah melakukan refleksi terhadap ide teman.
Sebaliknya, siswa ekstrover pada kelompok homogen menunjukkan inisiatif tinggi dalam membuka diskusi, menyampaikan informasi secara lisan maupun visual, mengajukan pertanyaan, mengarahkan jalannya diskusi, serta mengajak anggota kelompok melakukan pemeriksaan hasil secara bersama. Pada kelompok heterogen, siswa ekstrover berperan sebagai koordinator diskusi yang aktif menjelaskan kembali informasi, meminta tanggapan anggota lain, menerima koreksi, membagi peran secara fleksibel, dan membangun kesepakatan berdasarkan hasil pemeriksaan bersama.
Temuan penelitian menegaskan bahwa keterampilan pemecahan masalah kolaboratif tidak hanya ditentukan oleh kemampuan kognitif siswa, tetapi juga dipengaruhi oleh karakteristik kepribadian yang membentuk pola komunikasi, interaksi, dan kolaborasi selama proses pembelajaran matematika. Secara keseluruhan, keterampilan tersebut terbangun melalui keterkaitan antara aktivitas kognitif, seperti memahami informasi, menyusun model matematika, menerapkan strategi, dan mengevaluasi hasil, dengan aktivitas sosial, yaitu membangun pemahaman bersama, bernegosiasi terhadap gagasan, mengatur aktivitas kelompok, serta menjaga komunikasi yang efektif.
Keberhasilan Elly Anjarsari dalam menyelesaikan studi doktoral ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata terhadap pengembangan kajian Collaborative Problem Solving (CPS) dalam pendidikan matematika, khususnya sebagai landasan bagi guru dalam merancang pembelajaran kolaboratif yang mempertimbangkan karakteristik kepribadian siswa. Hasil penelitian ini juga diharapkan menjadi referensi bagi pengembangan strategi pembelajaran matematika yang lebih inklusif, efektif, dan mampu mengoptimalkan potensi setiap peserta didik dalam bekerja sama memecahkan masalah matematika.

Selamat kepada Dr. Elly Anjarsari, S.Si., M.Pd. atas keberhasilannya meraih gelar Doktor Pendidikan Matematika. Semoga capaian ini menjadi inspirasi bagi sivitas akademika dan memberikan kontribusi bagi kemajuan penelitian serta pendidikan matematika di Indonesia.
